Minggu, 29 September 2013

Penyembuhan Sinusitis Tanpa Operasi



Pengeluaran cairan melalui hidung dapat unilateral atau bilateral. Biasanya menyertai obstruksi hidung cairan tersebut mungkin bersifat: 

  • Encer dan jernih
  • Kental dan purulen
  • Berdarah
  • Berbau busuk

Cairan encer dan jerbih biasanya disebabkan oleh produksi mukus yang berlebihan yang disebabkan oleh infeksi virus atau alergi. Cairan kental, purulen disebabkan oleh infeksi bakteri. Cairan berdarah dapat disebabkan oleh neoplasma, trauma atau infeksi oportunistik seperti mukormikosis penyakit jamur. Sekret yang berbau busuk sering berkaitan dengan bendaasing didalam hidung, sinusitis kronis atau keganasan. Cairan jernih, encer yang keluar makin banyak membungkukkan kepala kedepan atau batuk dengan kepada kebocoran cairan serebrospinal. 




Gejala-gejala penyakit sinusisitis
Gejala-gejala penyakit sinus serupa denagn gejala-gejala penyakit mhidung. Nyeri merupakan gejala penting. Nyeri dari penyakit sinus yang terlokalisir biasanya dirasakan didaerah yang terletak diatas sinus yang bersangkutan. Satu-satunya pengecualian adalah oenyakit sinsu sfenoidalis yang dirasakan secara difus. Nyeri sinusk maksila ris dirasakan di belakang mata dan didekat gigi premolar kedua gigi molar pertama dan kedua. Nyeri sinus frontalis dirasakan diatas mata. 

Nyeri sinus ethmoidalis biasanya periobital. Kadang-kadang nyeri sinus dapat dialihkan kedaerah lain.
Disamping nyeri kelainan mata dapat juga terjadi pada penyakit sinusitis.
Pengobatan penyakit alami sebagai berikut:
  • Bahan-bahan:
  • 20 gr kapulaga
  • 30 gram pegagan
  • 15 gram ada
  • 30 gram serai
  • 20 gram sambiloto
  • 4 gelas air
Cara membuat :
Cuci bersih semua bahan lalu dipotong-potong dan direbus hingga air rebusannya hanya tersisa dua gelas. Setelah itu disaring dan didinginkan

Cara memakai :
Minum 2 kali dalam sehari , pagi dan sore setelah makan. 

Resep II 
Bahan-bahan
  • 20 gram jahe
  • 5 bawang putih
  • 6 gram lokio
Cara membuat :
Semua bahan direbus dengan air 600 ml hingga mendidih dan tersisah sekitar 300 ml. Setelah agak panas-panas kuku air rebusannya disaring. 

Cara memakai :
Airnya diminum selagi masih hangat secara teratur  2-3 kali dalam sehari.
Penyakit pilek dan alergi merupakan penyakit yang sering dijumpai dimasyrakat terutama pada sekelompok remaja atau orang dewasa. WHO menyatakan penyakit ini sering dijumpai oleh masyarakat dan menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang nyata.Penyakit pilek dan alergi yang besifat sementara atau menetap. Selain itu berdasarkan beratnya penyakit pilek dan alergik dibagi menjadi 4 bagian ringan, sedang dan derajat berat. Pilek atau flu merupakan salah satu penyebab penyakit sinusitis. 

Rongga hidung dibagi menjadi 2 bagian kanan dan kiri digaris median oleh septum nasi yang sekaligus menjadi dinding medial dari organ hidung. Kerangka septum dibentuk oleh (a) lamina prependikularis tulang etmoid. Atap rongga hidung bentuknya kurang lebih menyerupai busur yang sebagian besar dibentuk oleh laminan kribosa tulang etmoid . 

Disekitar rongga hidung terdapat rongga-rongga yang terletak didalam tulang yang disebut dengan sinus paranasal. Erdapat 4 sinus paranasal yaitu sinus maksila kanan dan kiri dan sinus frontal kanan dan kiri, sinus etmoid kanan dan kiri  serta sinus sfenoid kanan dan kiri . 

Sinus maksila disebut denagn Antrum Higmori atau lebih disering dengan antrum saja. Rongga sinus paransal berhubungan dengan rongga hidung mallaui suatu lubang yang disebut ostium. Selula etmoid dikelompokkan mejadi selula etmoid anterior dan etmoid posterior . Salah satu set etmoid yang paling besar dan terletak paling medial disebut bula etmoid. Masing-masing sel mempunyai hubungan dengan rongga hidung melalui ostium.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar