Pengeluaran
cairan melalui hidung dapat unilateral atau bilateral. Biasanya menyertai
obstruksi hidung cairan tersebut mungkin bersifat:
- Encer dan jernih
- Kental dan purulen
- Berdarah
- Berbau busuk
Cairan encer
dan jerbih biasanya disebabkan oleh produksi mukus yang berlebihan yang
disebabkan oleh infeksi virus atau alergi. Cairan kental, purulen disebabkan
oleh infeksi bakteri. Cairan berdarah dapat disebabkan oleh neoplasma, trauma
atau infeksi oportunistik seperti mukormikosis penyakit jamur. Sekret yang
berbau busuk sering berkaitan dengan bendaasing didalam hidung, sinusitis
kronis atau keganasan. Cairan jernih, encer yang keluar makin banyak
membungkukkan kepala kedepan atau batuk dengan kepada kebocoran cairan
serebrospinal.
Gejala-gejala
penyakit sinusisitis
Gejala-gejala
penyakit sinus serupa denagn gejala-gejala penyakit mhidung. Nyeri merupakan
gejala penting. Nyeri dari penyakit sinus yang terlokalisir biasanya dirasakan
didaerah yang terletak diatas sinus yang bersangkutan. Satu-satunya
pengecualian adalah oenyakit sinsu sfenoidalis yang dirasakan secara difus.
Nyeri sinusk maksila ris dirasakan di belakang mata dan didekat gigi premolar
kedua gigi molar pertama dan kedua. Nyeri sinus frontalis dirasakan diatas
mata.
Nyeri sinus
ethmoidalis biasanya periobital. Kadang-kadang nyeri sinus dapat dialihkan
kedaerah lain.
Disamping
nyeri kelainan mata dapat juga terjadi pada penyakit sinusitis.
Pengobatan
penyakit alami sebagai berikut:
- Bahan-bahan:
- 20 gr kapulaga
- 30 gram pegagan
- 15 gram ada
- 30 gram serai
- 20 gram sambiloto
- 4 gelas air
Cara membuat
:
Cuci bersih
semua bahan lalu dipotong-potong dan direbus hingga air rebusannya hanya
tersisa dua gelas. Setelah itu disaring dan didinginkan
Cara memakai
:
Minum 2 kali
dalam sehari , pagi dan sore setelah makan.
Resep II
Bahan-bahan
- 20 gram jahe
- 5 bawang putih
- 6 gram lokio
Cara membuat
:
Semua bahan
direbus dengan air 600 ml hingga mendidih dan tersisah sekitar 300 ml. Setelah
agak panas-panas kuku air rebusannya disaring.
Cara memakai
:
Airnya
diminum selagi masih hangat secara teratur
2-3 kali dalam sehari.
Penyakit
pilek dan alergi merupakan penyakit yang sering dijumpai dimasyrakat terutama
pada sekelompok remaja atau orang dewasa. WHO menyatakan penyakit ini sering
dijumpai oleh masyarakat dan menimbulkan dampak ekonomi dan sosial yang
nyata.Penyakit pilek dan alergi yang besifat sementara atau menetap. Selain itu
berdasarkan beratnya penyakit pilek dan alergik dibagi menjadi 4 bagian ringan,
sedang dan derajat berat. Pilek atau flu merupakan salah satu penyebab penyakit
sinusitis.
Rongga
hidung dibagi menjadi 2 bagian kanan dan kiri digaris median oleh septum nasi
yang sekaligus menjadi dinding medial dari organ hidung. Kerangka septum
dibentuk oleh (a) lamina prependikularis tulang etmoid. Atap rongga hidung
bentuknya kurang lebih menyerupai busur yang sebagian besar dibentuk oleh
laminan kribosa tulang etmoid .
Disekitar
rongga hidung terdapat rongga-rongga yang terletak didalam tulang yang disebut
dengan sinus paranasal. Erdapat 4 sinus paranasal yaitu sinus maksila kanan dan
kiri dan sinus frontal kanan dan kiri, sinus etmoid kanan dan kiri serta sinus sfenoid kanan dan kiri .
Sinus
maksila disebut denagn Antrum Higmori atau lebih disering dengan antrum saja.
Rongga sinus paransal berhubungan dengan rongga hidung mallaui suatu lubang
yang disebut ostium. Selula etmoid dikelompokkan mejadi selula etmoid anterior
dan etmoid posterior . Salah satu set etmoid yang paling besar dan terletak
paling medial disebut bula etmoid. Masing-masing sel mempunyai hubungan dengan
rongga hidung melalui ostium.


